Sekolah anak berkebutuhan khusus adalah tempat pertama yang mengajariku banyak hal tentang mereka, anak berkebutuhan khusus. Tempat pertamaku mencari pengalaman sekaligus sumber rejeki, yang mungkin besaran nominal rupiah yang aku dapat tidak seberapa bila dibanding dengan apa yang temana-temanku dapatkan bila bekerja di perkantoran. Rasa bimbang, antara "iya atau tidak" memaksaku untuk mengambil keputusan yang menurutku sulit. Bimbang karena nantinya penghasilan yang aku dapatkan tidak sebesar dengan apa yang aku inginkan. Dan sampai akhirnya aku memutuskan untuk menerima dan mencoba ikhlas.
Hari pertama itu akhirnya datang juga, ya... aku bekerja di sekolah ABK sebagai asisten pengajar. Pengalaman pertamaku...!. Satu per satu mereka bertadangan dan menghampiriku. Dan saat itu juga rasa bimbangku terbayar ketika melihat mereka, dan aku ada ditengah-tengah mereka. Aku senang sekaligus bangga terhadap diriku sendiri bisa berdekatan dengan mereka.
Diawal karirku, aku belum mengetahui banyak tentang mereka. Sampai suatu hari, aku ditegur oleh rekan kerjaku karena memberi mereka biskuit coklat sewaktu jam istirahat. Masih kurangnya pengalamanku dalam mengenal mereka, membuatku lebih banyak mendapat pelajaran. Aku baru mengetahui jika anak berkebutuhan khusus diharuskan untuk "diet". Ya... hal tersebut ternyata dapat mengurangi perilaku agresif pada mereka, dan diet tersebut dilakukan atas hasil pemeriksaan dari dokter yang bersangkutan.
Tidak hanya itu, aku pun dikejutkan dengan perilaku dari mereka yang cenderung masih kurang terkontrol, agresif, menggigit, menarik, mendorong, ingin melarikan diri. woww... Terkejut... tapi aku tidak mungkin memberi jarak pada mereka. Karena mereka sendiri pun tidak mengetahui apa yang mereka lakukan. Sabar, ikhlas, dan berdoa agar aku dapat meluluhkan hati mereka bila didekatku, adalah cara yang selalu aku lalukan saat sedang bersama mereka. Karena bersama mereka kebanggaan tersendiri untukku.
Hal ini hanya merupakan pengalaman pribadi, dan bukan untuk dijadikan kesimpulan serta acuan.
Hal ini hanya merupakan pengalaman pribadi, dan bukan untuk dijadikan kesimpulan serta acuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar