Selasa, 23 Februari 2016

Tips Mempersiapkan Sekolah Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Dalam merawat anak memang sangat istimewa, tidak saja menjaga kesehatan anak akan tetapi bagaimana cara membentuk pribadi anak menjadi lebih baik. Selain membutuhkan kesabaran, anda juga dituntut untuk tekun dan pandai membimbing anak anda. Tantangan tersendiri bagi anda yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. 

Hal ini jelas akan membedakan cara mempersiapkan masa depannya dengan anak lainnya.
Anak berkebutuhan khusus merupakan anak dengan karakteristik yang berbeda dengan anak lainnya, faktor yang membedakannya secara fisik dan psikis, yaitu ketidakmampuan mental, emosi yang dimiliki anak. 

Adapun yang termasuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus antara lain tunarungu, tunanetra, tunadaksa, tunalaras, kesulitan dalam belajar, gangguan perilaku dan juga anak berbakat. Membimbing anak yang berkebutuhan khusus memerlukan kesabaran dan kerja sama antara orang tua, guru dan juga lingkungan sekitar. Perhatian dan kasih sayang ekstra pada saat membimbing anak berkebutuhan khusus sangat diperlukan, begitupula saat anda akan memutuskan untuk memilih sekolah untuk anak berkebutuhan khusus, sebaiknya anda memperhatikan beberapa persiapan yang dapat anda lakukan.

Berikut adalah tips mempersiapkan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus :

1.    Pertimbangkan jarak dan lokasi sekolah
Satu hal yang harus anda perhatikan dalam memilih sekolah untuk anak berkebutuhan khusus adalah mempertimbangkan jarak dan lokasi sekolah. Lokasi yang terlalu jauh dari rumah akan membuat anak anda merasakan kelelahan ketika akan mulai belajar sehingga pada beberapa anak yang berkebutuhan khusus, seperti autis akan mengalami kelelahan dan stres yang meningkatkan resiko tantrum dan gangguan perilaku pada anak.

2.    Kenali fasilatas sekolah
Sebagai orang tua sebaiknya cermat dalam memilih sekolah untuk anak berkebutuhan khusus, termasuk fasilitas yang disediakan dalam sekolah untuk proses belajar mengajar. Satu hal lainnya adalah memenuhi gerak anak, hal ini penting dikarenakan aktivitas anak berkebutuhan khusus memerlukan ruangan yang bebas sesuai dengan karakter yang dibutuhkan anak. 

3.    Perhatikan program pembelajaran
Program pembelajaran salah satu hal penting dalam memenuhi tujuan anak berkebutuhan khusus memasuki jenjang sekolah, hal ini berhubungan dengan kemampuan belajar anak berkebutuhan khusus yang memiliki kecepatan berbeda dengan yang lainnya. Anda dapat menanyakan langsung pada pihak sekolah, apa yang menjadi salah satu keunggulan sekolah dalam memenuhi kebutuhan anak anda. 

4.    Team profesional akan membantu menangani anak anda
Pada dasarnya penanganan dan perkembangan anak yang memiliki kebutuhan khusus harus mempertimbangkan pula team profesional yang ahli di bidang masing-masing. Salah satunya adalah dokter anak, psikolog dan beberapa lainnya. Pihak sekolah sangat berperan dalam kerjasama dengan semua pihak termasuk orang tua dalam mendapatkan stimulasi dan pelayanan yang terintegrasi dan disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Dengan demikian bagi anda yang memiliki anak berkebutuhan khusus sebaiknya memberikan perhatian. Perhatian dari orang tua akan membantu dalam mengurangi pengaruh buruk yang akan terjadi pada anak berkebutuhan khusus. Selain itu anda dapat melakukan beberapa cara untuk meringankan kondisi anak berkebutuhan khusus, salah satunya dengan terapi yang biasanya disediakan di sekolah sekolah khusus anak berkebutuhan khusus, diantaranya adalah dengan mengikuti program terapi perilaku, terapi okupasi, terapi intelegrasi sensory atau terapi wicara disesuaikan dengan kebutuhan anak anak. Berikan pula stimulasi pada anak anda agar mampu berkembang dengan baik menyesuaikan dengan lingkungannya.


Jumat, 19 Februari 2016

Awalku dengan "Mereka"

Diawal aku terjun ke dunia anak berkebutuhan khusus banyak tanda tanya di dalam pikiranku. Kenapa?, ada apa?, kok bisa?, diapakan?, harus bagaimana?, pertanyaan - pertanyaan itulah yang aku tanyakan pada diri sendiri bahkan tidak jarang aku bertanya pada para seniorku yang lebih awal mendalami karakteristik anak berkebutuhan khusus. Belum puas aku mendapatkan jawaban atas apa yang aku tanyakan, aku berusaha mencari tau dan mempelajari sendiri dunia "mereka". Tetapi ternyata... teori dan praktek yang aku jalani di lingkungan tempat aku bekerja sangatlah berbeda. 

Tidak percaya diri pun akhirnya muncul, dan sempat mematahkan semangatku untuk merangkul mereka. Terlebih lagi ketika mereka menolak dan berontak saat aku ingin mendekati. Dan hal itu membuatku merasa ditolak oleh mereka. Terus berusaha... berusaha... dan berusaha lagi mencari cara pendekatan yang mungkin lebih dapat diterima oleh mereka. Dan pada akhirnya penerimaan itu datang, aku tersadar bahwa cara untuk mendekati mereka tidaklah mudah, dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. 

Aku pun mulai dapat membuka diri untuk menerima masukan dan kritikan, walupun itu membuatku terkadang kembali meragukan kemampuanku untuk menangani mereka.  Namun aku tetap yakin suatu saat nanti aku dapat menjalani dengan penuh rasa percaya diri. Dan sampai saat ini, aku menjadi aku yang tetap yakin akan kemampuanku... karena keyakinanku dapat menyalurkan energi positif ke mereka... sehingga membuat mereka merasa nyaman denganku.... dan tentunya tetap dengan ijin allah SWT. 



Tulisan diatas merupakan pengalaman pribadi dan bukan merupakan sebuah kesimpulan

Rabu, 17 Februari 2016

Mengenali Anak Berkebutuhan Khusus


Anak berkebutuhan khusus (ABK), merupakan sebuah istilah yang diberikan pada anak-anak istimewa yang membutuhkan perhatian dan pengasuhan khusus dari orangtua dan lingkungan sekitarnya. Anak-anak yang termasuk dalam kategori berkebutuhan khusus, antar lain:

  • Anak dengan cacat fisik seperti tunawicara, tunarungu, tunanetra, dan tunagrahita.
  • Anak dengan kekhususan psikis seperti gifted, hiperaktif dan autis.
  • Anak dengan kelemahan mental seperti down syndrome dan kecerdasan di bawah rata-rata.

 

Kapan Bisa Mengetahui si Anak Termasuk Berkebutuhan Khusus?


Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya akan tampak semenjak lahir, sewaktu bayi, dan maksimal saat usia balita. Beberapa tanda keterlambatan perkembangan baik fisik maupun psikis perlu semenjak dini dikonsultasikan kepada dokter, psikiater, atau psikolog. Penanganan yang dilakukan semenjak dini akan lebih memudahkan si anak beradaptasi dengan lingkungannya.

Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus


Menangani anak dengan kebutuhan khusus tentu saja berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Mereka membutuhkan perhatian dan pemahaman ekstra dari orangtua. Kasih sayang memang perlu disejajarkan dengan anak-anak lain dalam satu keluarga agar tidak terjadi rasa iri pada saudara yang lain, namun orangtua perlu juga mengajak anak-anaknya yang lain untuk bersama-sama memahami saudaranya yang berkebutuhan khusus.


Berikut ini beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus.

  • Memberikan lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak.
  • Mengajak keluarga lainnya, termasuk saudara kandung si anak untuk dapat memahami mereka.
  • Membiasakan anak untuk mandiri, mengajarkan mereka untuk dapat menolong dirinya sendiri dalam keseharian.
  • Memberikan stimulasi sesuai kebutuhan anak.
  • Memenuhi nutrisi dan mengajarkan pola hidup sehat.

Pengasuhan di Sekolah.

  • Memberikan sekolah yang sesuai kebutuhan si anak.
  • Bekerja sama dengan guru dan pihak sekolah dalam hal stimulasi dan terapi perkembangan anak.
  • Memberikan semangat kepada anak dan memberi kepercayaan sehingga mereka bisa tumbuh sehat dan percaya diri.

Pengasuhan di Lingkungan Sekitar.

  • Mendampingi anak dalam berinteraksi dengan orang lain.
  • Menghindarkan anak dari lingkungan yang membuat mereka tidak nyaman, mengucilkan, atau mengolok-olok mereka.
  • Membangun rasa percaya diri anak dengan mengikutkannya dalam beberapa lomba yang dikuasainya.


sumber: www. BerandaSehat.Com

Selasa, 16 Februari 2016

aku dan "mereka"

Anak berkebutuhan khusus...??? bidang itulah yang saat ini aku jalani. Sudah hampir 8 tahun aku menjadi seorang terapis atau pengajar untuk anak berkebutuhan khusus. Sabar... sabar... dan sabar..., hanya kata itu yang selalu ada didiriku saat menangani mereka yang cenderung mempunyai pola pikir dan emosi yang mudah berubah. Ya... itulah salah satu tugas dan tanggung jawab diriku menjadi seorang terapis. Karena menjadi terapis tidaklah mudah, aku harus mengenali pola pikir dan emosi mereka, membuat mereka nyaman di dekatku, menyamakan persepsi dengan lingkungan keluarga dan mempertahankan perubahan positif yang telah terbentuk.


Sungguh senang hati ini bila mereka mengalami perubahan yang positif, walaupun perubahan tersebut hanya perlahan dan sedikit demi sedikit, atau mungkin orang lain pun tidak dapat melihat perubahan tersebut. Ya.. hanya aku yang dapat melihat dan merasakannya. Dan aku berusaha menjadi seorang yang obyektif terhadap laporan yang akan ku berikan ke pihak lain, walaupun mungkin ada yang kurang sependapat dengan apa yang aku ucapakan. Kuat... dan tetap semangat melakukan yang terbaik buat mereka adalah slogan yang kurasa tepat untuk menyemangati diri ini agar tetap pada pendirian awalku atas kritik dan mungkin penolakan dari pihak lain tentang laporan yang kurang sesuai dengan pendapatnya.

Namun dengan segala kekurangan mereka dan keluh kesahku, aku selalu berusaha untuk mencoba tersenyum dengan apa yang mereka lakukan. Berharap mereka merasa dapat diterima dan mempunyai pelindung. Karena buatku, dapat merangkul dan berjalan perdampingan dengan mereka  adalah suatu rasa kepuasan dalam diri ini, dan tidak semua orang dapat melakukannya. Semoga mereka dapat menjadi lebih... lebih... dan lebih baik lagi. Mereka..??? ya, mereka... Anak Berkebutuhan Khusus.  


Ini hanyalah sebagian dari pengalamanku, dan tidak menjadi sebuah kesimpulan umum.